Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan Antara Autotransformator dan Transformator Konvensional

Perbedaan Antara Autotransformator dan Transformator Konvensional

Transformator adalah mesin listrik statis yang mengubah tingkat tegangan dan arus dalam rangkaian tanpa mengubah daya dan frekuensi suplai. Trafo listrik bekerja berdasarkan prinsip induktansi timbal balik.

Ada beberapa perbedaan antara autotransformator dan transformator konvensional. Salah satu perbedaan utama di antara mereka adalah bahwa autotransformator hanya memiliki satu belitan sedangkan trafo konvensional memiliki dua belitan terpisah. Perbedaan lain di antara mereka dijelaskan di bawah ini dalam bentuk grafik perbandingan.

Tabel Perbandingan

Dasar Perbandingan
Autotransformator
Transformator Konvensional
Pengertian Sebuah transformator, yang hanya memiliki satu belitan yang sebagiannya berfungsi sebagai primer dan yang lainnya sebagai sekunder. Ini adalah mesin statis yang mentransfer energi listrik dari satu ujung ke ujung lainnya tanpa mengubah frekuensi.
Jumlah Gulungan Auto-transformator hanya memiliki satu lilitan pada inti yang dilaminasi Ini memiliki dua gulungan terpisah, yaitu gulungan primer dan sekunder.
Simbol
Gambaran
Isolasi Gulungan primer dan sekunder tidak diisolasi secara listrik. Gulungan primer dan sekunder diisolasi secara elektrik satu sama lain.
Induksi Induksi diri Induksi Bersama
Ukuran Kecil Besar
Transfer Daya Sebagian dengan transformasi dan sebagian dengan sambungan listrik langsung. Melalui transformasi
Regulasi Tegangan Lebih baik Baik
Bahan belitan Lebih sedikit membutuhkan Lebih banyak membutuhkan
Sirkuit Rangkaian belitan primer dan sekunder dihubungkan secara magnetis. Rangkaian belitan primer dan sekunder dihubungkan secara elektrik dan magnetis.
Koneksi Tergantung pada penyadapan Hubungkan langsung ke beban.
Arus awal Berkurang Berkurang 1/3 kali.
Arus eksitasi Kecil Besar
Ekonomis Lebih Kurang
Biaya Lebih murah Lebih mahal
Efisien Lebih Kurang
Kebocoran fluks dan resistensi Rendah Tinggi
Impedansi Rendah Tinggi
Harga Murah Sangat mahal
Rugi-rugi Rendah Tinggi
Output Voltase Variabel Konstan.
Aplikasi Digunakan sebagai starter di motor induksi, sebagai pengatur tegangan, di rel kereta api, di laboratorium. Digunakan dalam sistem tenaga untuk menaikkan dan menurunkan tegangan.

Definisi Autotransformator

Transformator yang hanya memiliki satu belitan yang sebagian berfungsi sebagai belitan primer dan yang lainnya sebagai belitan sekunder disebut autotransformator. Gulungan autotransformator terhubung secara magnetis dan elektrik.

Perbedaan Antara Autotransformator dan Transformator Konvensional

Ketika tegangan primer lebih besar dari tegangan sekunder, maka trafo disebut autotransformator step down, dan ketika tegangan primer lebih kecil dari tegangan sekunder, maka disebut trafo otomatis step-up.

Perbedaan Antara Autotransformator dan Transformator Konvensional

Autotransformator memiliki biaya rendah, regulasi yang lebih baik dan kerugian yang rendah. Kerugian dari autotransformator adalah bahwa gulungan primer dari auto-transformator tidak diisolasi dari sekunder. Dengan demikian, jika tegangan rendah disuplai dari tegangan tinggi, maka tegangan penuh akan melewati terminal sekunder yang berbahaya bagi beban dan operator.

Auto-transformator tidak digunakan untuk menghubungkan sistem tegangan tinggi dan tegangan rendah. Ini digunakan di tempat-tempat di mana sedikit variasi diperlukan.

Definisi Trafo Konvensional

Transformator konvensional adalah perangkat statis yang mentransfer energi listrik dari satu sirkuit ke sirkuit lain pada frekuensi yang sama tetapi tegangan yang berbeda. Ia bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik, yaitu, gaya gerak listrik diinduksi dalam rangkaian tertutup karena medan magnet variabel di sekitarnya. Gulungan transformator konvensional diisolasi secara listrik, tetapi terhubung secara magnetis.

Perbedaan Antara Autotransformator dan Transformator Konvensional

Trafo konvensional memiliki dua belitan. yaitu, gulungan primer dan gulungan sekunder. Gulungan primer mengambil input dari suplai, dan belitan sekunder terhubung ke beban dan memasok energi ke beban.

Bila tegangan keluaran trafo lebih besar dari tegangan masukan, maka trafo jenis ini disebut trafo step up, dan bila tegangan keluaran lebih kecil dari tegangan masukan maka disebut trafo step down. Suatu trafo yang tegangan penerima dan tegangan kirimnya sama, maka trafo jenis ini disebut trafo one to one.

Perbedaan Kunci Antara Autotransformer dan Transformer

1. Autotransformator hanya memiliki satu belitan yang berfungsi sebagai primer dan sekunder sedangkan transformator konvensional memiliki dua belitan terpisah, yaitu belitan primer dan sekunder.
2. Auto-transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi diri yaitu menginduksi gaya elektromagnetik dalam rangkaian karena variasi arus. Trafo konvensional bekerja berdasarkan prinsip induksi timbal balik di mana ggl menginduksi dalam kumparan dengan mengubah arus pada kumparan yang berdekatan.
3. Transformator otomatis berukuran lebih kecil, sedangkan transformator konvensional berukuran lebih besar.
4. Autotransformator lebih ekonomis dibandingkan dengan transformator konvensional.
5. Dalam autotransformator, daya listrik ditransfer dari primer ke sekunder sebagian melalui proses transformasi dan sebagian oleh arus searah. Trafo konvensional mentransfer daya listrik melalui transformasi listrik yang menyebabkan hilangnya daya.
6. Regulasi tegangan trafo otomatis jauh lebih baik daripada trafo konvensional
  1. Regulasi tegangan adalah perubahan tegangan terminal sekunder dari tanpa beban menjadi beban penuh.
7. Autotransformator hanya memiliki satu belitan. Dengan demikian, lebih sedikit konduktor yang diperlukan untuk belitan dibandingkan dengan transformator konvensional.
8. Gulungan primer dan sekunder autotransformator tidak diisolasi secara listrik sedangkan belitan transformator konvensional diisolasi secara elektrik satu sama lain.
9. Arus awal trafo otomatis lebih kecil dari arus sebenarnya, sedangkan arus awal trafo konvensional adalah sepertiga dari arus utama.
10. Transformator otomatis lebih efisien dibandingkan dengan transformator konvensional.
11. Fluks bocor dan resistansi trafo otomatis rendah karena hanya memiliki satu belitan sedangkan trafo konvensional tinggi.
12. Autotransformator memiliki impedansi yang lebih kecil dibandingkan dengan arus konvensional. Impedansi yang lebih kecil menghasilkan arus hubung singkat yang besar.
13. Biaya autotransformator sangat kurang sedangkan arus konvensional sangat mahal.
14. Rugi-rugi pada trafo otomatis lebih kecil dibandingkan dengan trafo konvensional.
15. Tegangan keluaran transformator sekunder bervariasi bila kontak geser digunakan pada belitan sekunder sedangkan tegangan keluaran transformator konvensional selalu konstan.
16. Autotransformator digunakan sebagai pengatur tegangan, di laboratorium, di stasiun kereta api, sebagai stator pada motor induksi, dll., sedangkan trafo konvensional digunakan untuk menaikkan dan menurunkan tegangan pada jaringan listrik.

Kesamaan

Autotransformator dan transformator konvensional keduanya bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Mereka menggunakan konduktor tembaga untuk membuat gulungan. Inti dari kedua transformator terbuat dari baja CRGO. Transformasi primer dan sekunder terhubung secara magnetis satu sama lain.

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada berbagai perbedaan antara dua trafo belitan dan trafo otomatis. Kedua transformator ini banyak digunakan dalam aplikasi kelistrikan yang berbeda seperti transmisi dan distribusi daya, starting motor induksi, laboratorium, dll. untuk menaikkan dan menurunkan level tegangan. Dengan demikian, pengetahuan tentang perbedaan ini dapat membantu individu untuk memilih salah satu dari mereka sesuai dengan kebutuhan. 

You may like these posts: