Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perbedaan Antara PAM, PWM dan PPM


PAM, PWM dan PPM ketiganya adalah teknik modulasi pulsa analog. Perbedaan utama antara PAM, PWM dan PPM terletak pada parameter pembawa pulsa yang bervariasi sesuai dengan sinyal modulasi.

Dalam PAM, amplitudo sinyal pembawa berdenyut bervariasi sesuai dengan amplitudo sinyal modulasi analog. Dalam PWM, lebar pulsa gelombang pembawa divariasikan sesuai dengan sinyal modulasi. Sebaliknya, dalam PPM, posisi pulsa menunjukkan variasi menurut sinyal modulasi.

Ini dikenal sebagai teknik modulasi pulsa analog karena pembawa pulsa bervariasi menurut sinyal pesan analog. Di sini, dalam artikel ini, kita akan membahas faktor penting lainnya yang membedakan ketiganya.

Tabel Perbandingan

Dasar Perbandingan
PAM
PWM
PPM
Memvariasikan parameter Amplitudo Lebar Posisi
Kekebalan terhadap kebisingan Rendah Tinggi Tinggi
Sinyal untuk rasio kebisingan Rendah Sedang Relatif tinggi
Kebutuhan pulsa sinkronisasi Tidak ada Tidak ada Ada
Ketergantungan bandwidth Pada lebar pulsa Saat naik pulsa Saat naik pulsa
Daya transmisi Variabel Variabel Konstan
Persyaratan bandwidth Rendah Tinggi Tinggi
Kesamaan implementasi Mirip dengan AM Mirip dengan FM Mirip dengan FM
Sinkronisasi antara Pemancar dan Penerima Tidak dibutuhkan Tidak dibutuhkan Dibutuhkan

Definisi PAM

PAM adalah singkatan dari Pulse Amplitude Modulation (Modulasi Amplitudo Pulsa). Ini adalah teknik modulasi di mana amplitudo sinyal pembawa berdenyut diubah sesuai dengan amplitudo sinyal pesan. Gambar yang diberikan di bawah ini merupakan sinyal PAM:

Perbedaan Antara PAM, PWM dan PPM

Seperti yang dapat kita lihat pada gambar di atas bahwa amplitudo pulsa bervariasi sehubungan dengan amplitudo sinyal modulasi analog, seperti dalam kasus modulasi amplitudo. Tetapi perbedaan utama adalah bahwa tidak seperti AM, di sini gelombang pembawa adalah rangkaian pulsa daripada sinyal gelombang kontinu.

Definisi PWM

PWM adalah akronim yang digunakan untuk Pulse Width Modulation (Modulasi Lebar Pulsa). Dalam PWM lebar pulsa bervariasi sesuai dengan amplitudo sinyal pesan. Gambar di bawah menunjukkan sinyal termodulasi lebar pulsa:

Perbedaan Antara PAM, PWM dan PPM

Seperti yang dapat kita lihat bahwa tidak seperti PAM, dalam teknik ini amplitudo sinyalnya konstan dan hanya lebarnya yang bervariasi. Teknik PWM mirip dengan modulasi frekuensi karena dengan variasi lebar pulsa, frekuensi pulsa dalam sinyal PWM menunjukkan variasi.

Definisi PPM

PPM digunakan untuk Pulse Position Modulation (Modulasi Posisi Pulsa). Ini adalah teknik di mana posisi pulsa diubah sesuai dengan amplitudo sinyal modulasi. Gambar di bawah ini menunjukkan sinyal PPM:

Perbedaan Antara PAM, PWM dan PPM

Di sini amplitudo pulsa dan lebar pulsa adalah dua konstanta yang tidak menunjukkan variasi dengan amplitudo sinyal modulasi tetapi hanya posisinya yang menunjukkan variasi. Perlu dicatat di sini bahwa posisi pulsa berubah sesuai dengan pulsa referensi. Dan pulsa referensi ini tidak lain adalah pulsa PWM. Pada dasarnya, tepi jatuh pulsa PWM bertindak sebagai awal dari pulsa PPM.

Perbedaan Utama Antara PAM, PWM dan PPM

1. Faktor yang menghasilkan perbedaan utama antara PAM, PWM dan PPM, adalah bahwa dalam PAM amplitudo pulsa menunjukkan proporsionalitas dengan amplitudo sinyal modulasi. Dalam PWM lebar pulsa menunjukkan proporsionalitas dengan amplitudo sinyal pesan. Sedangkan pada PPM posisi pulsa sebanding dengan amplitudo sinyal modulasi analog.

2. Teknik PAM menunjukkan kekebalan yang rendah terhadap kebisingan. Sedangkan terhadap PWM dan PPM memiliki faktor gangguan kebisingan yang rendah karena kekebalan kebisingannya tinggi.

3. Dalam teknik pemancar dan penerima PAM dan PWM, sinkronisasi tidak diperlukan.
Namun teknik PPM membutuhkan sinkronisasi antara bagian transmitter dan receiver.

4. SNR rendah dalam hal sinyal termodulasi amplitudo pulsa sementara itu sedang dalam kasus sinyal termodulasi lebar pulsa dan tertinggi dalam kasus sinyal termodulasi posisi pulsa.

5. Daya transmisi dalam kasus PAM dan PWM adalah variabel karena variasi amplitudo dan lebar masing-masing. Namun, konstan dalam kasus PPM karena amplitudo dan lebar konstan dalam kasus PPM.

6. Dalam PAM, bandwidth saluran transmisi bergantung pada lebar pulsa. Tetapi dalam kasus PWM dan PPM, waktu naik pulsa merupakan faktor yang bergantung pada bandwidth saluran transmisi.

7. Karena posisi pulsa berubah dalam PPM, maka diperlukan sinkronisasi pulsa. Sedangkan PAM dan PWM tidak memerlukan pulsa sinkronisasi.

8. Semua PAM, PWM dan PPM menunjukkan kesamaan dalam implementasi dengan AM, FM dan PM masing-masing.

9. Persyaratan bandwidth rendah dalam hal PAM tetapi relatif tinggi dalam hal PWM dan PPM.

Kesimpulan

Juga, sistem PAM rumit dalam implementasinya dibandingkan dengan sistem PWM dan PPM. 

You may like these posts: