Perbedaan Antara Belajar Aktif dan Pasif

Perbedaan Antara Belajar Aktif dan Pasif

Belajar Aktif adalah salah satu metode interaktif yang digunakan yang meningkatkan pembelajaran dengan memungkinkan peserta didik untuk berpartisipasi dalam proses. Sebaliknya, belajar pasif adalah belajar di mana siswa dimintai pertanggungjawaban untuk memahami semua yang disajikan kepada mereka.

Sedangkan dalam pembelajaran pasif Anda harus menunggu arahan, instruksi atau informasi dari instruktur untuk diberikan kepada Anda, dalam pembelajaran aktif Anda mencari metode yang berbeda untuk meningkatkan keterlibatan Anda dalam proses pembelajaran.

Artinya, dalam pembelajaran pasif, informasi diberikan kepada Anda dan Anda cukup melakukan sesuai instruksi yang diberikan kepada Anda, baik tertulis maupun lisan. Di sisi lain, dalam pembelajaran aktif, Anda berpartisipasi dalam proses pembelajaran secara keseluruhan.

Apa itu Belajar?

Belajar adalah proses berkelanjutan, di mana perubahan penting dalam perilaku pelajar dibawa karena pengalaman, baik langsung maupun tidak langsung. Namun, belajar tidak selalu berarti perbaikan atau perkembangan individu ke arah yang benar. Ini ditandai dengan:

  1. Proses universal.
  2. Perubahan tingkah laku karena belajar relatif permanen.
  3. Purposif dan terarah pada tujuan.
  4. Meliputi pengaturan ulang pengalaman.
  5. Produk aktivitas dan keadaan.
  6. Dapat ditransfer dari satu situasi ke situasi lain.
  7. Membawa perubahan perilaku yang diinginkan

Dalam artikel tertulis ini, kami akan mencerahkan Anda dengan semua poin yang membedakan pembelajaran aktif dari pembelajaran pasif.

Tabel Perbandingan


Dasar Perbandingan
Belajar Aktif
Belajar Pasif
Pengertian
Belajar Aktif adalah bentuk pembelajaran yang didalamnya terdapat keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan dan diskusi yang bersangkutan.
Belajar pasif adalah ketika peserta didik memperoleh pengetahuan tanpa melakukan upaya sadar, dalam hal ini.
Keterlibatan Siswa
Sangat Terlibat
Sangat sedikit terlibat
Pembelajaran
Berpusat pada siswa
Berpusat pada guru
Penggunaan
Digunakan untuk meningkatkan pembelajaran.
Digunakan saat materi baru disajikan.
Retensi Pengetahuan
Sangat tinggi
Relatif rendah
Kemampuan berpikir
Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi
Keterampilan Berpikir Tingkat Rendah
Tanggung jawab
Tanggung jawab pembelajaran diambil oleh Siswa.
Guru bertanggung jawab atas pembelajaran siswa.
Peran guru
Fasilisator
Pemberi Arahan
Para inisiat
Berbeda pikiran
Pemikiran konvergen
Sumber pengetahuan
Guru/Instruktur, Buku atau Sumber Daya Online
Pengamatan langsung, aplikasi praktis, simulasi, dll.

Definisi Belajar Aktif

Belajaran aktif dapat diartikan sebagai pendekatan belajar dimana siswa melibatkan diri dalam proses pembelajaran dengan mengembangkan pengetahuan dan pemahaman. Ini menuntut partisipasi penuh dari pihak pelajar dan tidak didasarkan pada pengajaran di kelas, melainkan didasarkan pada sesi pembelajaran interaktif.

1. Segala bentuk pembelajaran yang melibatkan keterlibatan langsung peserta didik dalam proses pembelajaran, melalui berbagai aktivitas individu dan kelompok.

2. Telah dibuktikan bahwa - “Pembelajaran lebih tahan lama dan bertahan ketika peserta didik terlibat secara kognitif dalam proses pembelajaran“.

Ini berarti bahwa ketika upaya mental yang berat dilakukan oleh peserta didik, itu menghasilkan retensi dan pemahaman jangka panjang.

● Dasar pembelajaran aktif adalah teori pembelajaran konstruktivisme, yang menekankan pada fakta bahwa peserta didik mengkonstruksi, yaitu mengembangkan pemahamannya.

Dalam pembelajaran aktif, siswa tidak mudah bosan, karena rentang perhatian yang lebih panjang membuat pikiran terserap sepenuhnya. Oleh karena itu, semua strategi yang mendorong aktivitas yang melibatkan peserta didik untuk melakukan sesuatu sendiri dan memikirkan tentang apa yang mereka lakukan, berada di bawah pembelajaran aktif.

Menurut Meyers dan Jones, Pembelajaran Aktif didasarkan pada dua asumsi dasar:

● Secara alami, belajar adalah upaya aktif.
● Orang yang berbeda belajar dengan cara yang berbeda.

Jadi pembelajaran aktif lebih dari sekedar mendengarkan ceramah, yaitu peserta didik harus membaca, menulis, bertindak, berdiskusi dan ikut serta dalam memecahkan masalah.

Metode Belajar Aktif

Pembelajaran Aktif melibatkan pembelajaran dengan cara:

● Tanya-jawab
● Tamasya
● Brainstorming
● Perdebatan
● Cerita Terbuka
● Dramatisasi
● Tugas
● Belajar mandiri
● Penyelesaian masalah

Definisi Belajar Pasif

Pembelajaran Pasif berarti bentuk pembelajaran tradisional dimana guru dipandang sebagai ahli dan mereka diharapkan untuk mentransfer pengetahuan kepada peserta didik. Oleh karena itu, siswa memiliki sikap yang santai, karena mereka belajar dari apa yang diajarkan oleh instruktur mereka. Selain itu, siswa tidak mendapatkan umpan balik dari instruktur.

  1. Pembelajaran Pasif mengasumsikan bahwa - “Pikiran siswa seperti cangkir kosong yang harus diisi dengan pengetahuan”.
  2. Peserta didik dipersepsikan sebagai penerima pasif dari pengetahuan instruktur yang berarti peserta didik menghafal dan meniru ilmu yang ditransfer oleh guru.

Itulah sebabnya, tidak ada upaya sadar yang diambil oleh pelajar untuk mendapatkan pengetahuan, melainkan pengetahuan atau ide yang diberikan kepada pelajar oleh guru.

Dalam pembelajaran pasif, siswa seringkali mudah bosan atau mudah lelah, yang disebabkan oleh minimnya keterlibatan otak selama sesi pembelajaran, sehingga membatasi kemampuan berpikir siswa. Lebih lanjut, ini hanya memberikan sedikit kesempatan untuk memeriksa pemahaman dan pemahaman siswa.

Metode Belajar Pasif

Pembelajaran Pasif melibatkan pembelajaran melalui:

● Kuliah
● Tutorial
● Seminar
● Instruksi yang Diprogram
● Presentasi powerpoint
● Ilustrasi
● Buku pelajaran

Perbedaan Utama Antara Belajar Aktif dan Belajar Pasif

Perbedaan antara pembelajaran aktif dan pembelajaran pasif dibahas di bawah ini:

1. Pembelajaran Aktif melibatkan peserta didik dalam proses pembelajaran, secara langsung dan aktif. Di sisi lain, Pembelajaran Pasif adalah bentuk pembelajaran di mana siswa diberikan semua informasi oleh guru atau instruktur dan mereka seharusnya mengintegrasikannya.

2. Dalam hal keterlibatan siswa, pembelajaran aktif cenderung menggunakan metode dimana siswa mempelajari konsep dengan melakukan dan oleh karena itu siswa perlu berpartisipasi aktif dalam proses tersebut. Sebaliknya, dalam kasus pembelajaran pasif, metode pembelajaran tradisional digunakan, di mana keterlibatan peserta didik relatif lebih sedikit.

3. Sedangkan pembelajaran pasif berorientasi pada guru, pembelajaran aktif berorientasi pada siswa, di mana fokusnya dialihkan dari guru ke siswa, serta dari pemberian informasi oleh guru menjadi partisipasi aktif siswa.

4. Pembelajaran aktif digunakan untuk meningkatkan pembelajaran pada peserta didik, yaitu memungkinkan peserta didik untuk belajar atau mendidik diri sendiri dengan mengkonstruksi maknanya sendiri saat melakukan aktivitas. Sebaliknya, pembelajaran pasif digunakan ketika materi baru disajikan kepada siswa.

5. Tentunya, ketika siswa akan mempelajari konsep dengan benar-benar melakukan aktivitas, mereka akan memahaminya dengan lebih baik, sehingga tingkat retensi pengetahuan tinggi dalam pembelajaran aktif. Sebaliknya, tingkat retensi pengetahuan sangat rendah dalam kasus pembelajaran pasif, karena siswa bergantung pada guru mereka untuk memberikan informasi.

6. Pembelajaran Aktif membantu dalam mengembangkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, yang dapat mencakup analisis, sintesis, evaluasi, berbicara di depan umum, dan kolaborasi. Sebaliknya, pembelajaran pasif sering berkembang, Lower Order Thinking Skills  pada siswa, yang mungkin termasuk keterampilan mendefinisikan, mendeskripsikan, dan menulis.

7. Dalam kasus pembelajaran aktif tanggung jawab belajar diambil oleh Siswa. Sebaliknya, dalam pembelajaran pasif, guru yang bertanggung jawab atas pembelajaran siswa.

8. Dalam pembelajaran aktif, guru berperan sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk menimba ilmu, Namun dalam pembelajaran pasif, guru dianggap sebagai sumber utama pengetahuan, sehingga berperan sebagai instruktur.

9. Pembelajaran aktif mendorong pemikiran divergen pada siswa yang menghasilkan ide-ide kreatif atau unik. Sebaliknya, pembelajaran pasif mendorong pemikiran konvergen, yaitu siswa akan mampu memberikan jawaban yang benar untuk pertanyaan dasar.

10. Dalam pembelajaran aktif, sumber utama ilmu pengetahuan adalah observasi langsung, aplikasi praktik, percobaan, dll, sedangkan dalam pembelajaran pasif sumber utama ilmu pengetahuan adalah guru/instruktur, buku atau sumber online.

Pengembangan Keterampilan

Pembelajaran aktif dan pembelajaran pasif cenderung mengembangkan keterampilan khusus pada peserta didik, yaitu:

Belajar Aktif
Belajar Pasif
Menganalisa
Mendefinisikan
Berpikir Kritis atau Kreatif
Menjelaskan
Mensintesis
Mendengarkan
Evaluasi
Menulis

Contoh

Beberapa contoh umum pembelajaran aktif dan pasif disajikan dalam bentuk tabel di bawah ini:

Belajar Aktif
Belajar Pasif
Berpartisipasi dalam Diskusi Kelompok
Mendengar ceramah selama kelas
Melakukan Presentasi di depan audiens
Membaca buku teks
Memainkan peran dalam Role Play
Melihat gambar, bagan, tabel dan grafik
Pemeriksaan mendalam tentang studi kasus
Menonton video
Meneliti, merancang dan menyelesaikan proyek yang ditugaskan.
Menonton demonstrasi langsung

Pada umumnya, dalam pembelajaran pasif, berbagai potongan informasi dianggap sebagai unit individu, sedangkan dalam pembelajaran aktif Anda mencari tautan, untuk menarik koneksi antara unit-unit yang berbeda, untuk memahami gambaran lengkapnya. 

Baca Juga
;

Related Posts :

0 Response to "Perbedaan Antara Belajar Aktif dan Pasif"

Post a Comment